Perbaikan Jaringan Komputer Lanjut

Nama : Dhimas Reza Adhiaksa
NPM : 50407264
Kelas : 4IA15
No absen : 18
IP = 172.16.X.N
X = No absen
N = 0/16
SKEMA


BAGIAN
HOST
NETMASK
NETWORK
BROADCAST
GATEWAY
FINANSIAL
25
255.255.255.224
172.16.18.0
172.16.18.31
172.16.18.1
MARKETING
50
255.255.255.192
172.16.18.32
172.16.18.95
172.16.18.33
HRD
10
255.255.255.240
172.16.18.96
172.16.18.111
172.16.18.97
TI
10
255.255.255.240
172.16.18.112
172.16.18.127
172.16.18.113

RANGE IP
172.16.18.2 – 172.16.18.30
172.16.18.34 – 172.16.18.94
172.16.18.98 – 172.16.18.110
172.16.18.114 – 172.16.18.126

Penjelasan dari keterangan di atas :
1. Bagian Finansial
  • Untuk bagian Finansial diketahui membutuhkan host sebanyak 25 buah, maka ada 25 IP Address ditambah dengan 1 Gateway, 1 alamat network dan 1 alamat broadcast.
  • Finansial = 25 + 1 + 1 + 1 = 28 (desimal) = 11100 (biner) = 5 digit
maka IP Total yang digunakan merupakan 2^5 = 32
  • Untuk Subnetmasknya :
= 11111111.11111111.11111111.11100000 /27
= 255.255.255.224
  • Kemudian untuk alamat Network = 172.16.18.0, untuk alamat broadcast merupakan N dari alamat Network ditambah IP total – 1. Jadi, 0 + 32 – 1= 31, sehingga didapat 172.16.18.31.
  • Sedangkan untuk gatewaynya merupakan N dari alamat network ditambah 1. Jadi 0 + 1 = 1, sehingga didapat 172.16.18.1.
  • Sisanya merupakan IP range yang bisa digunakan host yaitu dari 172.16.18.2 sampai 172.16.18.30.
2. Bagian Marketing
  • Untuk bagian Marketing diketahui membutuhkan host sebanyak 50 buah, maka ada 50 IP Address ditambah dengan 1 Gateway, 1 alamat network dan 1 alamat broadcast.
  • Marketing = 50 + 1 + 1 + 1 = 53 (desimal) = 110101 (biner) = 6 digit
maka IP Total yang digunakan merupakan 2^6 = 64
  • Untuk Subnetmasknya :
= 11111111.11111111.11111111.11000000 /26
= 255.255.255.192
  • Kemudian untuk alamat Network merupakan N dari alamat broadcast sebelumnya ditambah 1, 31 + 1 = 172.16.18.32, untuk alamat broadcast merupakan N dari alamat Network ditambah IP total – 1. Jadi, 32 + 64 – 1= 31, sehingga didapat 172.16.18.95.
  • Sedangkan untuk gatewaynya merupakan N dari alamat network ditambah 1. Jadi 32 + 1 = 33, sehingga didapat 172.16.18.33.
  • Sisanya merupakan IP range yang bisa digunakan host yaitu dari 172.16.18.34 sampai 172.16.18.94.
3. Bagian HRD
  • Untuk bagian HRD diketahui membutuhkan host sebanyak 10 buah, maka ada 10 IP Address ditambah dengan 1 Gateway, 1 alamat network dan 1 alamat broadcast.
  • Marketing = 50 + 1 + 1 + 1 = 13 (desimal) = 110101 (biner) = 4 digit
maka IP Total yang digunakan merupakan 2^4 = 16
  • Untuk Subnetmasknya :
= 11111111.11111111.11111111.11110000 /28
= 255.255.255.240
  • Kemudian untuk alamat Network merupakan N dari alamat broadcast sebelumnya ditambah 1, 95 + 1 = 172.16.18.96, untuk alamat broadcast merupakan N dari alamat Network ditambah IP total – 1. Jadi, 96 + 16 – 1= 111, sehingga didapat 172.16.18.111.
  • Sedangkan untuk gatewaynya merupakan N dari alamat network ditambah 1. Jadi 96 + 1 = 97, sehingga didapat 172.16.18.97.
  • Sisanya merupakan IP range yang bisa digunakan host yaitu dari 172.16.18.98 sampai 172.16.18.110.
4. Bagian TI
  • · Untuk bagian TI diketahui membutuhkan host sebanyak 10 buah, maka ada 10 IP Address ditambah dengan 1 Gateway, 1 alamat network dan 1 alamat broadcast.
  • · Marketing = 50 + 1 + 1 + 1 = 13 (desimal) = 110101 (biner) = 4 digit
maka IP Total yang digunakan merupakan 2^4 = 16
  • · Untuk Subnetmasknya :
= 11111111.11111111.11111111.11110000 /28
= 255.255.255.240
  • Kemudian untuk alamat Network merupakan N dari alamat broadcast sebelumnya ditambah 1, 111 + 1 = 172.16.18.112, untuk alamat broadcast merupakan N dari alamat Network ditambah IP total – 1. Jadi, 112 + 16 – 1= 127, sehingga didapat 172.16.18.127.
  • Sedangkan untuk gatewaynya merupakan N dari alamat network ditambah 1. Jadi 112 + 1 = 113, sehingga didapat 172.16.18.113.
  • Sisanya merupakan IP range yang bisa digunakan host yaitu dari 172.16.18.114 sampai 172.16.18.126.

TES Akhir (Jaringan Komputer Lanjut - 4IA15)

1. Service yang cara kerjanya mirip dengan mengirim surat adalah :
a. Connection Oriented c. Semua jawaban benar
b. Connectionless Oriented d. Semua jawaban salah
jawab : A

2. Nama lain untuk Statistical Time Division Multiplexing (TDM) adalah :
a. Non-Intelligent TDM c. Asynchronous TDM
b. Synchronous TDM d. Semua jawaban benar
jawab : B

3. Hubungan laju transmisi data dengan lebar pita saluran transmisi adalah :
a. Laju transmisi naik jika lebar pita berkurang.
b. Laju transmisi naik jika lebar pita bertambah.
c. Laju transmisi tidak bergantung pada lebar pita.
d. Semua jawaban salah.
jawab :D

4. Teknik encoding Bipolar-AMI dan Pseudoternary termasuk dalam teknik :
a. Multilevel Binary c. Biphase
b. NRZ d. Manchester
jawab : A

5. Jika dua frame ditransmisikan secara serentak maka akan menyebabkan terjadinya tubrukan. Kejadian ini dalam jaringan dikenal dengan istilah :
a. Contention c. Crash
b. Collision d. Jabber 
jawab :C

6. Salah satu protocol CSMA yang tidak terus menerus mendengarkan channel adalah :
a. 1-persistent c. nonpersistent
b. p-persistent d. CSMA/CD
jawab :D

7. Salah satu protocol yang bebas dari tubrukan adalah :
a. Bit-Map c. Carrier Sense
b. CSMA d. ALOHA
jawab :C

8. Selective Repeater merupakan istilah lain dari :
a. Router c. Gateway
b. Bridge d. Repeater
jawab :A

9. Dalam pemeliharaan ring logis 802.4, frame kontrol yang bertugas untuk mengijinkan suatu stasiun untuk meninggalkan ring adalah :
a. Claim_token c. Token
b. Who_follows d. Set_Successor
jawab :C
10. Algoritma yang digunakan untuk menghindari kemacetan adalah :
a. Broadcast Routing c. Optimal Routing
b. Flow Control d. Flooding Routing
jawab :B

11. Algoritma routing yang menggunakan informasi yang dikumpulkan dari subnet secara keseluruhan agar keputusannya optimal adalah :
a. Algoritma Global c. Algoritma Terisolasi
b. Algoritma Lokal d. Algoritma Terdistribusi
jawab :D

12. Keuntungan multiplexing adalah :
a. Komputer host hanya memerlukan satu I/O port untuk satu terminal
b. Komputer host hanya memerlukan satu I/O port untuk banyak terminal
c. Komputer host memerlukan banyak I/O port untuk banyak terminal
d. Komputer host memerlukan banyak I/O port untuk satu terminal
jawab :B

13. Jenis kabel UTP digunakan untuk jaringan Ethernet :
a. 10Base2 c. 10BaseT
b. 10Base5 d. Semua jawaban benar
jawab :C

14. Suatu algoritma routing yang tidak mendasarkan keputusan routingnya pada kondisi topologi dan lalulintas saat itu adalah :
a. Non adaptive c. RCC
b. Adaptive d. Hot potato
jawab :A

15. Data/message yang belum dienkripsi disebut dengan :
a. Plaintext c. Auntext
b. Ciphertext d. Choke Packet
jawab :A

16. Algoritma Kontrol Kemacetan yang menjaga jumlah paket tetap konstan dengan menggunakan permits yang bersirkulasi dalam subnet adalah :
a. Kontrol Arus c. Pra Alokasi Buffer
b. Kontrol Isarithmic d. Choke Packet
jawab :C

17. Sekumpulan aturan yang menentukan operasi unit-unit fungsional untuk mencapai komunikasi antar dua entitas yang berbeda adalah :
a. Sintaks c. Protokol
b. Timing d. Routing
jawab :C

18. Algoritma yang digunakan oleh transparent bridge adalah :
a. RCC c. Flooding
b. Backward Learning d. Shortest path
jawab :B

19. Dalam model OSI internetworking membagi lapisan network menjadi beberapa bagian, kecuali 
a. Intranet sublayer c. Internet sublayer
b. Access sublayer d. Enhanchement sublayer
jawab :A

20. Teknik time domain reflectometry digunakan pada standard IEEE:
a. 802.2 c. 802.4
b. 802.3 d. 802.5
jawab :B

21. Suatu cara yang mempunyai kemampuan untuk menyedian privacy, authenticity, integrity dan pengamanan data adalah :
a. Enkripsi c. Deskripsi
b. Antisipasi d. Semua jawaban salah
jawab :A

22. Tujuan adanya jaringan komputer adalah…..
a. Resource sharing c. High reability
b. Penghematan biaya d. Semua jawaban benar
jawab :D

23. Mengontrol suapaya tidak terjadi deadlock merupakan fungsi dari lapisan :
a. Network Layer c. Data link Layer
b. Session Layer d. Application Layer
jawab :A

24. Frame yang terjadi apabila suatu stasiun mentransmisikan frame pendek kejalur ring yang panjang dan bertubrukan atau dimatikan sebelum frame tersebut dikeluarkan. Frame ini disebut dengan istilah :
a. Orphan c. Pure
b. Beacon d. Semua jawaban salah
jawab :B

25. Wire center digunakan pada standar :
a. 802.2 c. 802.4
b. 802.3 d. 802.5
jawab :B

26. Komponen dasar model komunikasi adalah :
a. Sumber c. Media
b. Tujuan d. Semua benar
jawab :D

27. Di bawah ini termasuk Broadcast network :
a. Circuit Switching c. Satelit
b. Paket Switching d. Semi Paket Switching
jawab :C

28. Paket radio termasuk golongan :
a. Broadcast c. Publik
b. Switched d. Semua benar
jawab :A

29. Di bawah ini termasuk guided media :
a. UTP c. Fiber Optik
b. Coaxial d. Semua benar
jawab :D

30. Modul transmisi yang sifatnya searah adalah :
a. Pager c. TV
b. Simpleks d. Semua benar
jawab : C

KUIS V-CLASS JARINGAN KOMPUTER LANJUT

Komunikasi Broadband
Kadang kita sering dengar yang dimaksud broadband di dunia internet tapi kita gak tau apakah itu broadband jadi mungkin temen-temen yang pingin tau pengertiannya adalah sebagai berikut. Pengertian Broadband network yg umumnya,pertama-tama yg utama adalah: suatu service jaringan internet yg dapat menyediakan kebutuhan seperti streaming audio dan video, yang dapat kita saksikan melalui Komputer baik di rumah atau mobile dengan notebook.

Dari sudut pandang teknis pengertian Broadband network itu adalah,suatu saluran atau channel komunikasi data yg mendukung frekuensipita lebar (maksudnya BroadBand) sehingga dapat memuluskan jalannya data audio&video agar tidak terputus-putus penyampainnya sampai ke PC/notebook kita. Sangat berbeda dengan saluran komunikasi data pita sempit atau narrowband yg sering kita pakai dengan perumpamaan suatu koneksi ke Internet melalui saluran telpon yg hanya mempunyai kecepatan koneksi terrendah ke internet dengan modem Dial-Up sebesar 56 Kbps.
Teknologi Akses Broadband
  • Digital Subscriber Line (DSL)
  • Fiber Access Network
  • Hybrid Fiber Coaxial (HFC)
  • Power Line Communication (PLC)
Keuntungan SONET ( Synchronous Optical Network )
SONET adalah standar komunikasi digital yang baru untuk suatu sistem transmisi serat optik. Transport signal level-1 (STS-1) dengan frekuensi 51,840 Mbps dan multiplex SONET dibentuk dari sejumlah N kali sinyal dasar STS-1 sehingga lebih effisien dibandingkan hirarki yang lain. SONET juga dapat meningkatkan kapasitas bandwidth pada serat optik tanpa perlu melakukan penambahan kabel optik. Keandalan trafik pada SONET akan selalu terjaga pada topologi ring yang menggunakan wavelenght division multiplexing (WDM).
Synchronous optical network (SONET) menawarkan biaya transport yang efektif pada jaringan akses dan jaringan inti/core. Lapisan optic menyediakan layanan transport untuk aplikasi jatak jauh. Dia juga secara langsung men-support layanan data.

Keuntungan SONET adalah dapat memberikan fungsionalitas yang bagus baik pada jaringan kecil, medium, maupun besar.
  • Collector rings menyediakan interface ke seluruh aplikasi, termasuk local office, PABX, access multiplexer, BTS, dan terminal ATM.
  • Manajemen bandwith berfungsi untuk proses routing, dan manajemen trafik.
  • Jaringan backbone befungsi menyediakan konektifitas untuk jaringan jarak jauh.
Prinsip Kerja ATM
          ATM telah direkomendasikan oleh CCITT sebagai mode transfer untuk B-ISDN.
          Pada ATM, informasi dikirim dalam blok data dengan panjang tetap yang disebut sel. Sel merupakan unit dari switching dan transmisi.
          Untuk mendukung layanan dengan rate yang beragam, maka pada selang waktu tertentu dapat dikirimkan sel dengan jumlah sesuai dengan rate-nya.


          Sebuah  sel terdiri atas information field yang berisi informasi pemakai dan sebuah header.
          Informasi field dikirim dengan transparan oleh jaringan ATM dan tak ada proses yang dikenakan padanya oleh jaringan.
          Urutan sel dijaga oleh jaringan, dan sel diterima dengan urutan yang sama seperti pada waktu kirim.
          Header berisi label yang melambangkan informasi jaringan seperti addressing dan routing.
          Dikatakan merupakan kombinasi dari konsep circuit dan packet switching, karena ATM memakai konsep connection oriented dan mengggunakan konsep paket berupa sel.
          Setiap hubungan mempunyai kapasitas transfer (bandwidth) yang ditentukan sesuai dengan permintaan pemakai, asalkan kapasitas atau resource-nya tersedia
          Dengan resource yang sama, jaringan mampu atau dapat membawa beban yang lebih banyak karena jaringan mempunyai kemampuan statistical multiplexing.
 

Pengertian DSL (Digital Subscriber Line)
  • Teknologi yang menyediakan transmisi data digital pada jaringan lokal telepon (kabel tembaga)
  • Memungkinkan penggunaan bandwidth yang besar pada jaringan lokal akses telepon eksisiting
  • Meningkatkan kapasitas digital saluran telepon biasa (local loop)
  • Menggunakan saluran kabel tembaga eksisting untuk layanan broadband
  • Tujuannya untuk menyediakan layanan pita lebar untuk residensial dan perkantoran
  • xDSL adalah terminologi umum untuk semua jenis-jenis dari DSL. “x” berarti tipe / jenis teknologi; HDSL, ADSL, SDSL, VDSL, dll 
Keuntungan DSL
  • Menggunakan infrastruktur (kabel pair)  eksisting.
  • Layanan dapat seketika diberikan kepada setiap pelanggan yang telah mempunyai sambungan telepon baik perumahan maupun bisnis/perkantoran.
  • Tidak perlu meng-upgrade sentral, karena trafik DSL tidak masuk ke sentral.
  • Layanan baru yang diberikan tidak mengganggu layanan telepon eksisting.
  • Mampu memberikan kanal akses digital kecepatan tinggi secara dedicated untuk setiap pelanggan.
Sumber :
http://oktaviawulan.blogspot.com/2010/11/jaringan-optik-sinkron.html

Dampak Positif Dan Negatif Dari Bencana Merapi Di Yogyakarta Dan Kedatangan Barack Obama, Presiden Amerika Serikat Bagi Bisnis Dan Perekonomian Indonesia

Dampak Positif Dan Negatif Dari Bencana Merapi Di Yogyakarta Bagi Bisnis Dan Perekonomian Indonesia
Merapi (ketinggian puncak 2.968 m dpl, per 2006) adalah gunung berapi di bagian tengah Pulau Jawa dan merupakan salah satu gunung api teraktif di Indonesia. Lereng sisi selatan berada dalam administrasi Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan sisanya berada dalam wilayah Provinsi Jawa Tengah, yaitu Kabupaten Magelang di sisi barat, Kabupaten Boyolali di sisi utara dan timur, serta Kabupaten Klaten di sisi tenggara. Kawasan hutan di sekitar puncaknya menjadi kawasan Taman Nasional Gunung Merapi sejak tahun 2004.
Gunung ini sangat berbahaya karena menurut catatan modern mengalami erupsi (puncak keaktifan) setiap dua sampai lima tahun sekali dan dikelilingi oleh pemukiman yang sangat padat. Sejak tahun 1548, gunung ini sudah meletus sebanyak 68 kali. Kota Magelang dan Kota Yogyakarta adalah kota besar terdekat, berjarak di bawah 30 km dari puncaknya. Di lerengnya masih terdapat pemukiman sampai ketinggian 1700 m dan hanya berjarak empat kilometer dari puncak. Oleh karena tingkat kepentingannya ini, Merapi menjadi salah satu dari enam belas gunung api dunia yang termasuk dalam proyek Gunung Api Dekade Ini (Decade Volcanoes).

Dampak Positif Bagi Bisnis dan Perekonomian
  • Menambah kesuburan kawasan sekitar merapi, sehingga dapat ditumbuhi banyak pepohonan dan dapat dimanfaatkan untuk pertanian dalam waktu beberapa tahun kedepan
  • Dapat dijadikan objek wisata bagi wisatawan domestic dan wisatawan mancanegara setelah Gunung Merapi meletus
  • Hasil erupsi (pasir) dapat dijadikan mata pencaharian seperti penambangan pasir dan karya seni dari endapan lava yang telah dingin.
  • Aktifitas gunung api dapat menghasilkan geothermal atau panas bumi yang sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari
  • Sisa-sisa aktivitas Gunung Merapi dapat menghasikan bahan-bahan tambang yang berguna dan bernilai tinggi. Seperti belerang, batu pualam dan lain-lain.

Dampak Negatif Bagi Bisnis dan Perekonomian
  • Merusak pemukiman warga sekitar Gunung Merapi
  • Menyababkan kebakaran hutan
  • Pepohonan dan tumbuhan yang ditanam warga sekitar banyak yang layu, bahkan mati akibat debu vulkanik, begitu juga dengan ternak warga banyak yang mati akibat letusan Gunung Merapi
  • Menyebabkan gagal panen
  • Matinya infrastruktur disekitar Gunung Merapi
  • Terhentinya aktivitas mata pencaharian warga sekitar Dunung Merapi
  • Pemerintah harus mengeluarkan biaya yang tidak terduga untuk memperbaiki infrastruktur yang telah rusak akibat meletusnya Gunung Merapi
  • Terhentinya industri periwisata, seperti pasar Malioboro dan Candi Borobudur
  • Bandar udara tidak dapat beroperasi atau tidak dapat melakukan penerbangan karena debu vulkanik yang dihasilkan oleh letusan Gunung Merapi dapat menyebabkan mesin pesawat mati.

Dampak Negatif Bagi Kesehatan Masyarakat
  • Menebarkan debu yang dapat mengganggu pernapasan
  • Menimbulkan gas beracun
  • Terjadinya kekurangan pangan bagi masyarakat yang terkena bencana Merapi


Dampak Positif Dan Negatif Dari Kedatangan Barack Obama, Presiden Amerika Serikat Bagi Bisnis Dan Perekonomian Indonesia

Kendati kedatangan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, sempat tertunda, dari rencananya 18 Maret menjadi 21 Maret 2010, namun serangkaian persiapan penyambutan kenegaraan tetap berjalan seperti semula, malah kian serius.
Tepat pada hari ini 10 November Bangsa Indonesia memperingati hari Pahlawan, bertepatan pula pada hari pahlawan ini bangsa kita kedatangan tamu “penting” Sang Presiden dari Negeri Adikuasa Amerika Serikat Barack Husain Obama, yang mulya begitulah presiden kita menyebutnya dalam pidato di Istana Negara. Dalam kesempatan kunjungannya sang tamu begitu banyak menyita perhatian seluruh elemen bangsa ini, mulai dari Presiden hingga pedangan asongan sekalipun. Bahkan berita media masapun tak luput pula tersita perhatiannya yang semula secara aktif memberitakan tentang musibah Merapi yang tak hanya sedang hangat-hangatnya tapi malah Panas-panasnya dan juga Mentawai justru hari ini sejak kemarin malah penuh disuguhi oleh liputan kedatangan “yang mulya”.
Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama datang ke Indonesia. Kedatangannya tersebut membawa dampak luar biasa.

Dampak Positif Bagi Bisnis dan Perekonomian
  • Hubungan diploma antara Indonesia dan Amerika menjadi terlihat lebih baik
  • Melihat bahwa banyak potensi potensi anak bangsa yang dapat berkembang seperti halnya obama
  • Menandakan bahwa AS membuka diri secra langsung untuk menjalin hubungan internasional terhadap bangsa kita
  • Pemberitaan tentang kedatangan Barack Obama terdengar hingga ke mancanegara sehingga popularitas negara Indonesia pun ikut terdongkrak
  • Harus menandai peningkatan kerja sama di berbagai program, terutama di bidang ekonomi dan investasi, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia
  • Melalui peningkatan kerja sama dan hubungan baik kedua negara, Indonesia bisa menarik investor AS lebih banyak untuk meningkatkan nilai investasi di Indonesia serta menjadi AS sebagai pasar ekspor Indonesia
  • Akan dapat menjadikan simbol kepercayaan internasional terhadap Indonesia
  • Mengangkat nama Indonesia melalui liputan internasional dari kunjungannya

Dampak Negatif Bagi Bisnis dan Perekonomian
  • Sterilisasi area yang dilakukan pihak keamanan terlalu berlebihan sehingga membuat warga sekitar Jakarta dan Depok kebingungan memilih jalan untuk keluar
  • Menyebabkan beberapa ruas jalan di ibukota mengalami penutupan/pengalihan sementara yang mengakibatkan sangat tersendatnya arus lalu lintas dibandingkan dengan sebelumnya sehingga hal tersebut sangat merugikan semua pengguna jalan
  • Kedatangan Barack Obama bertepatan dengan Hari Pahlawan, biasanya setiap tanggal 10 November tepat pukul 10 media elektronik banyak yang menyuguhi liputan berita tentang perlunya mengheningkan cipta bagi para pahlawan bangsa dijalan-jalan, tapi kelihatannya hari ini lebih memilih untuk meliput perjalanan presiden AS tersebut. Barack Obama yang menurut jadual akan mampir ke Taman Makam Pahlawan Kalibata justru membatalkan agenda tersebut dan memlilih untuk mempercepat jadual kunjungannya
  • Seharusnya dana yang kita keluarkan untuk menyambut kedatangan Barack Obama lebih baik digunakan untuk memberikan bantuan kepada korban bencana alam yang lebih membutuhkan

Dampak Positif Bagi Pendidikan
Beasiswa untuk mahasiswa Indonesia dilipat gandakan dua kali


Sumber :
http://anitaapriliani.blogspot.com/2010/11/dampak-positif-dan-negatif.html


Membuat 12 Network menggunakan kelas B

Angka 12 tertletak diantara 23 dan 24 maka diambil pangkat yang terbesar yaitu 24. . berikut adalah cara penentuan alamat IP nya:

Proses perhitungannya:
Penjelasan dari proses perhitungan diatas:
  • Proses dimulai dari nilai 0, maka kita hitung nilai dari 4 bit yang bernilai 1, jadi nilai yang dihasilkan adalah 15.
  • Proses selanjutnya dimulai dari 16, kemudian dijumlahkan dengan jumlah bit yang sebelah kanan yaitu 15, maka nilai yang dihasilkan adalah 31.
  • Proses ke III dimulai dari 32, kemudian dijumlahkan dengan jumlah bit yang berada disebelah kanan yaitu 15, maka nilai yang dihasilkan adalah 47.
  • Proses IV dimulai dari 48, kemudian dijumlahkan dengan jumlah bit yang berada disebelah kanan yaitu 15, maka nilai yang dihasilkan adalah 79.
  • Proses V dimulai dari 80, kemudian dijumlahkan jumlah bit yang berada disebelah kanan yaitu 15, maka nilai yang dihasilkan adalah 143.
  • Proses VI dimulai dari 144, kemudian dijumlahkan jumlah bit yang berada disebelah kanan yaitu 15, maka nilai yang dihasilkan adalah 159.
  • Proses VII dimulai dari 160, kemudian dijumlahkan jumlah bit yang berada disebelah kanan yaitu 15, maka nilai yang dihasilkan adalah 175.
  • Proses VIII dimulai dari 176, kemudian dijumlahkan jumlah bit yang berada disebelah kanan yaitu 15, maka nilai yang dihasilkan adalah 207.
  • Proses IX dimulai dari 208, kemudian dijumlahkan jumlah bit yang berada disebelah kanan yaitu 15, maka nilai yang dihasilkan adalah 223.
  • Proses X dimulai dari 224, kemudian dijumlahkan jumlah bit yang berada disebelah kanan yaitu 15, maka nilai yang dihasilkan adalah 239.
  • Proses XI dimulai dari 240, kemudian dijumlahkan jumlah bit yang berada disebelah kanan yaitu 15, jadi nilai yang dihasilkan adalah 255.

Sumber :
http://lefthandshoot.blogspot.com/2010/11/membuat-12-network-menggunakan-kelas-b.html

    Subneting untuk Class B

     Kebetulan ingin share kebetulan juga ada tugas ya udah dikerjain deh gini penulis mendapatkan sebuah contoh kasus seperti dibawah ini :
    IP address kelas B 172.16.1.1 memiliki default subnet mask 255.255.0.0. Jika jaringan tersebut ingin dibagi menjadi 12 jaringan berapakah subnet mask yang baru.

    Jawab
    • Banyak subset yang ingin dihasilkan adalah 12 subset ( dalam hal ini subset adalah jumlah jaringan)
    jumlah subset ≤ 2n-2
    12 ≤ 2n-2
    14 ≤ 2n
    Jadi n yang mungkin dan paling mendekati dengan hasil adalah n = 3
    Jadi subnet mask baru adalah
    11111111.11111111.11100000.0000000
    255 255 224 0
    • Dari subnet mask kita dapat melihat jumlah host per subnet
    255.255.11100000.00000000
    Jumlah host per subnet = 2n-2
    n = jumlah angka 0 yang tertera pada subnet diatas karena terdapat 13 angka 0 maka jumlah n adalah 13
    jumlah host per subnet = 213-2
    = 8190

    • Subnet yang boleh digunakan
    Subnet 1 = 256 - 224 = 32
    Subnet 2 = 32 + 32 = 64
    Subnet 3 = 64 + 32 = 96
    Subnet 4 = 96 + 32 = 128
    dst........
     
    Subnet 1
    Subnet 2
    Subnet 3
    Subnet 4
    Network ID
    172.16.32.0
    172.16.64.0
    172.16.96.0
    172.16.128.0
    Host pertama
    172.16.32.1
    172.16.64.1
    172.16.96.1
    172.16.128.1
    Host terakhir
    172.16.63.254
    172.16.95.254
    172.16.127.254
    172.16.159.254
    Broadcast Address
    172.16.63.255
    172.16.95.255
    172.16.127.255
    172.16.159.255
     
     
    Sumber :
    http://dh1m45.blogspot.com/2010/11/subneting-untuk-class-b.html

    SII (Strategy of Information Integration)

    Fenomena Integritas Sistem Informasi
    Tuntutan globalisasi dan persaingan bebas serta terbuka dewasa ini secara langsung telah memaksa berbagai organisasi komersial seperti perusahaan maupun non komersial seperti pemerintah untuk menata uang platform organisasinya.

    Dalam konteks ini, berbagai inisiatif strategi ditelurkan oleh sejumlah praktisi organisasi yang masing-masing mengarah pada keinginan berkolaborasi atau berkooperasi untuk menyusun kekuatan dan keunggulan baru dalam bersaing (baca: coopetition = collaboration to compete). Terkait dengan hal ini, sejumlah fenomena yang menggejala akhir-akhir ini antara lain:

    ·                     Terjadinya merger dan akuisisi antar dua atau sejumlah organisasi dalam berbagai industry vertikal, seperti: perbankan, asuransi, manufaktur, pendidikan, kesehatan, dan lain sebagainya.
    ·                     Restrukturisasi korporasi yang dilakukan dengan mengubah pola relasi antar anak-anak perusahaan dalam sebuah konsorsium grup usaha;
    ·                     Strategi kerjasama berbagai institusi pemerintah secara lintas sektoral untuk meningkatkan kinerja birokrasi;
    ·                     Tuntutan berbagai mitra usaha dalam dan luar negeri untuk meningkatkan kualitas aliansi dan kolaborasi; dan lain sebagainya.

    Adanya berbagai fenomena tersebut secara tidak langsung memberikan dampak bagi manajemen organisasi, terutama dalam kaitannya dengan pengelolaan sumber dayanya masing-masing. Beragam tuntutan yang bermuara pada keinginan untuk ”mengintegrasikan” secara fisik maupun relasi
    dua atau lebih organisasi tersebut bermuara pada kebutuhan melakukan upaya ”sharing” sejumlah sumber daya data dan informasi (maupun pengetahuan) yang dimiliki sesama organisasi.

    Artinya adalah bahwa, dua atau lebih sistem informasi yang ada harus diupayakan untuk ”diintegrasikan”. Terkait dengan hal ini, pengalaman membuktikan bahwa proses tersebut tidaklah sesederhana yang dipikirkan. Lamanya proses integrasi dan sering kandasnya usaha tersebut menggambarkan tingkat kesulitan atau kompleksitas usaha integrasi yang dimaksud. Banyak kalanagan praktisi menilai bahwa masalah utama yang dihadapi bukanlah karena kendala teknis, namun lebih banyak didominasi oleh hal-hal yang non teknis (baca: politik organisasi). Tidak banyak pihak yang mampu mencari jalan keluar dalam menghadapi kenyataan ini.

    METODOLOGI SEBAGAI BAHASA BERSAMA
    Dengan mempelajari sejumlah ilmu perilaku organisasi, jalan buntu politisasi tersebut dapat dipecahkan dengan menggunakan sebuah metodologi yang disusun berdasarkan fenomena resistensi yang kebanyakan disebabkan karena hal-hal sebagai berikut:
    ·         Ego sektoral organisasi yang sangat tinggi sehingga menutup kemungkinan untuk mau diatur atau bekerjasama dengan organisasi lain (kecuali jika yang bersangkutan menjadi pemimpin konsorsium);
    ·         Anggapan bahwa sistem informasi merekalah yang terbaik dibandingkan dengan yang dimiliki oleh pihak-pihak mitra lainnya;
    ·         Konteks kepentingan yang berbeda pada setiap organisasi sehingga sulit dicari titik temu yang memungkinkan untuk melakukan integrasi secara cepat;
    ·         Berebutan untuk menjadi pimpinan tim integrasi dalam sebuah konsorsium kerja sama;
    ·         Ketidakinginan untuk saling membagi data, informasi, maupun pengetahuan yang dimiliki karena akan dianggap mengurangi keunggulan kompetitif individu maupun organisasi;
    ·         Ketidaktahuan harus memulai usaha integrasi dari mana sehingga kondusif untuk dilakukan sejumlah pihak terkait; dan lain sebagainya.

    Pendekatan dimaksud adalah dengan menggunakan metodologi yang menekankan pada evolusi pelaksanaan enam tahap integrasi seperti yang dijelaskan berikut ini.


                                                       (Gambar evolusi strategi informasi)


    Sumber :
    http://aprilianz.blogspot.com/